Sunday, 9 November 2014

Hakikat Maksiat

Oleh : Rino Sundawa Putra (Dosen FISIP Universitas Siliwangi

                Pertama, marilah kita meminta perlindungan kepada Allah dari bujuk rayu dan jebakan setan sehingga kita terhindar dari melakukan perbuatan maksiat. Syehkul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa maksiat pada hakekatnya adalah bentuk pengingkaran terhadap Allah, yakni meninggalkan hal - hal yang di perintahkan Allah dan mengerjakan hal - hal dilarang Allah, atau meninggalkan yang di wajibkan dan mengerjakan apa yang dilarang dalam Al-Qur’an ataupun apa yang diucapkan oleh Rasulullah. Manusia memang diciptakan oleh Allah dengan segala kekurangan dan segala kecenderungan - kecenderungannya, seperti kecenderungan untuk berbuat dosa, karena disinilah pemenuhan hawa nafsu yang menjadi unsur penciptaan manusia berlangsung. Untuk itu perlu sebuah benteng agar kecenderungan manusia untuk menuruti hawa nafsunya bisa dikendalikan, agar manusia tidak terjebak pada bentuk - bentuk penentangan terhadap Allah dengan berbuat maksiat.
                Salah satu pintu masuk manusia unuk berbuat maksiat adalah dengan merasa aman dari siksa Allah, karena dengan merasa aman dari siksa Allah maka selanjutnya setan akan membisikan kepada hati manusia untuk menganggap remeh perbuatan dosa atau maksiat karena menganggap dosa atau maksiat itu adalah dosa kecil, dan perlu kita bahwa dosa kecil bila dilakukan secara terus menerus maka akan menjadi dosa besar karena akumulasi dari tindakan maksiat kita kepada Allah dalam catatan amal perbuatan sebagai catatan dosa.
                Yang harus diwaspadai dari kecenderungan berbuat maksiat adalah, satu maksiat yang dikerjakan oleh manusia akan mengajak “teman-temannya” yang lain, satu maksiat yang dikerjakan oleh manusia maka maksiat-maksiat yang lain akan menunggu untuk dkerjakan oleh manusia. Ini seolah-olah seperti lingkaean maksiat yang tidak ada putusnya. Penulis contohkan, bila saja ada konser musik disalah satu kota, maka sudah lumrah pada setiap konser akan diikuti oleh pesta minuman keras oleh sebagian besar penontonnya dan ketika para penikmat konser berjoged dalam setiap iringan musik dengan pengaruh miras maka terjadilah tawuran, perkelahian. Inilah contoh kecil bagaimana satu perbuatan maksiat akan mengajak perbuatan maksiat yang lain. Semoga Allah melindungi kita dari rasa aman akan siksanya-Nya dan sikap meremehkan dosa kecil.Amin. Wallahualam bishawab

No comments:

Post a Comment