Saturday, 15 November 2014

Astagfirullah



Oleh : Rino Sundawa Putra ( Dosen FISIP Universitas Siliwangi )
                Para pembaca, semoga Allah swt mengampuni kita atas setiap waktu yang diberikan Allah kepada kita, waktu yang nyata-nyatanya menambah berat timbangan dosa kita. Sungguh manusia adalah lemah, tanpa daya dan upaya dari setiap godaan yang mengajak kita pada keburukan, tanpa pertolongan dan ampunan Allah yang maha luas manusia hanyalah mahluk yang berbuat kerusakan, menzholimi dirinya sendiri, mudah terbujuk oleh hasutan setan. Astagfirullah, tanpa kita sadari hari-hari kita diisi dengan menggunjing, bergosip, berhati hasud, menggerutu, kecewa terhadap ketentuan Allah, berbohong, marah, berburuk sangka, takut dan resah akan takdir Allah, jumawa dan sombong, atas nikmat yang diberika, entah itu beupa jabatan atau kekayaan, ambisi-ambisi duniawi. Astagfirullah, waktu yang di berikan Allah banyak kita sia-siakan.
                Betapa dekatnya manusia dngan kesalahan-kesalahan, kekhilafan-kekhilafan atas dirinya. Tak ada satu manusia yang bisa luput dari berbuat dosa, untuk itu kembali mengoreksi diri sendiri, dengan segala kerendahan hati kita berani mengakui bahwa kita salah, perbuatan kita buruk, kemudian kita istighfar dengan segenap ketulusan, maka di sanalah pintu ampunan Allah dibukakan untuk kita.
                Karena betapa dekatnya kita dengan berbuat salah, khilaf dan dosa, maka Rasulullah SAW pun bermunajat kepada Allah, Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu’alaihi wasallam bahwa beliau biasa berdoa dengan doa sebagai berikut; “Ya Allah, ampunilah kesaahanku, kebodohanku, dan perbuatanku yang berlebihan dalam urusanku, serta ampunilah kesalahanku yang engkau lebih mengetahui daripadaku. Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kemalasanku, kesengajaanku, kebodohanku, gelak tawaku yang semua itu ada pada diriku. Ya Allah ampunilah aku atas dosa yang telah berlalu, dosa yang mendatang, dosa yang aku samarkan dan dosa yang aku perbuat dengan terang-terangan, Engkaulah yang mengajukan dan Engkaulah yang mengakhirkan, serta Engkau maha kuasa atas segala sesuatu.” (HR Bukhari – Sahih).
                Nabi Musa pun bermunajat minta ampunan kepada Allah, “ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku”. Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah, Dialah yang maha pengampun lagi maha penyayang. (QS.Al Qashash [28] : 16).
                Para pembaca, kita harus mengakui bahwa diri kita bukanlah manusia yang terbebas dari dosa (ma’shun), maka pekalah terhadap diri sendiri, pekaah setiap kali diri merasa berbuat khilaf, dengan hati yang peka maka akan mudah bagi kita untuk mengoreksi diri, menyadari kesalahan dan memetakan yang baik dan yang buruk dalam pandangan syariat, kemudian kita meminta ampun kepada Allah, Astaghfirullah!
                Rasulullah SAW bersabda, “Allah telah berkata, ‘ wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuai yang Aku jaga, maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barang siapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengampuni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tak peduli (berapa banyak dosanya).” (HR. Ibnu Majah, Tirmidzi). Wallahualam bishawab.

No comments:

Post a Comment